Sejarah Pendirian

PT Bank Kesejahteraan Ekonomi didirikan pada tanggal 4 Oktober 1991 berdasarkan akta notaris No.37 dari Siti Pertiwi Henny Shidki, S.H., Notaris di Jakarta, yang kemudian diubah dengan akta No.122 tanggal 20 Nopember 1991 dari Notaris yang sama. Akta pendirian tersebut telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia pada tanggal 27 November 1991 melalui Surat Keputusan No.C2-7107 HT .01.01.Th91 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.528 tambahan No.11 tanggal 7 Pebruari 1992.

Anggaran Dasar Bank telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir dengan akta notaris No.17 dari Judy K.H. Sentana, S.H., M.H., notaris di Jakarta, tanggal 21 Pebruari 2013 mengenai perubahan modal dasar Bank. Perubahan tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui Surat Keputusan N o.AHU-AH.01.10-11320 tanggal 28 Maret 2013.

Bank BKE mulai beroperasi melaksanakan kegiatan perbankan pada tanggal 27 Februari 1992 setelah memperoleh ijin usaha sebagai bank umum berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.256/KMK.013/1991 tanggal 21 Februari 1992.

Modal Bank di awal pendiriannya adalah sejumlah Rp10 miliar, dengan komposisi sebanyak 90% dari IKP-RI dan sebesar 10% dari PT Taspen 10% sebagai pemegang saham seri A. Untuk memperkuat perkembangan bisnis dan struktur keuangannya, maka jumlah pemegang saham juga bertambah dengan keikutsertaan Dana Pensiun PT Jasindo, Dana Pensiun PT Jasa Raharja, Dana Pensiun Pertamina, PT Asuransi Ekspor Indonesia, dan Koperasi Pegawai Bank BKE. Pada bulan Juni 2005, posisi PT ASEI digantikan oleh PT Recapital Advisors, dan Dana Pensiun Pertamina melakukan divestasi saham pada tahun 2009 dengan nomor AKTA 13 dalam keputusan RUPSLB tanggal 18 Juni 2009.

Kemudian pada tahun 2014, PT Reliance Securities bergabung dengan Bank BKE sebagai Pemegang Saham untuk memperkuat modal Bank dengan penambahan modal Bank BKE sebesar Rp60 miliar. Sehingga hingga saat ini komposisi kepemilikan saham Bank dimiliki oleh 7 (tujuh) pemegang saham dengan 2 (dua) pemegang saham sebagai pemegang saham seri A, yakni IKPRI dan PT Taspen (Persero), dan pemegang saham lain sebagai pemegang saham seri B. Dan pada Februari 2018 PT. Danadipa Artha Indonesia bergabung dengan Bank BKE sebagai Pemegang Saham dengan penambahan modal Bank BKE sebesar Rp58 miliar dalam rangka penguatan struktur permodalan dan pengembangan bisnis Bank BKE di masa mendatang.

Permodalan

Rp 278.129.490

28 Februari 2018

Modal inti Bank BKE sampai dengan 28 Februari 2018 telah mencapai Rp 278.129.490 juta, atau mengalami peningkatan sebesar Rp 115.547.490 juta dari 31 Desember 2009.

Tujuan Pendirian

PT. Bank Kesejahteraan Ekonomi atau disebut Bank BKE, mulai beroperasi tanggal 27 Februari 1992 atas dasar Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 256/KMK.013/1992 tanggal 21 Februari 1992. Gagasan para pendiri pada saat itu adalah mendirikan Bank Umum, yaitu Bank BKE, yang dapat berperan untuk mendukung secara sehat upaya untuk meningkatkan kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil beserta keluarganya, melalui jalinan kemitraan dengan Koperasi Pegawai Repubilk Indonesia (KP-RI) dan badan usaha lainnya serta masyarakat pada umumnya. Gagasan para pendiri tersebut juga tercermin pada makna logo Bank BKE, yaitu rangkaian berbentuk bilah simetris yang berputar menunjukkan konfigurasi huruf B dan K yang berarti Bank dan Kesejahteraan. Bentuk simetris yang berputar tersebut melambangkan kerjasama erat dengan komponen-komponen industri, komersial dan bank-bank lain serta masyarakat dalam satu gerak putar yang dinamis, seirama dan serasi untuk setiap saat tumbuh dan berkembang oleh keseimbangan antara tujuan dan kekuatan.

Bank BKE ikut berperan serta mendukung upaya untuk meningkatkan kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil (PNS) melalui kemitraan dengan Koperasi Pegawai Republik Indonesia ( KP-RI ) dan badan usaha lainnya serta masyarakat pada umumnya.